, ,

Tinjau Banjir Bandang di Morowali Utara, Gubernur Anwar Hafid Perintahkan Hentikan Tambang

oleh -3717 Dilihat

Poso – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meninjau langsung lokasi banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Morowali Utara pada Jumat (15/8/2025). Dalam kunjungannya, gubernur menegaskan perlunya langkah cepat menghentikan sementara aktivitas tambang di sekitar wilayah terdampak, yang diduga menjadi salah satu faktor pemicu bencana.

Banjir Bandang Landa Sejumlah Desa

Banjir bandang yang terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan ratusan rumah warga terendam, puluhan hektare lahan pertanian rusak, serta akses jalan antardesa terputus. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah juga ikut terdampak.

Warga yang terdampak kini mengungsi ke pos-pos darurat yang didirikan pemerintah daerah bersama relawan. Meski belum ada laporan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Gubernur Tinjau Lokasi Bencana

Dalam tinjauannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Morowali Utara. Ia menekankan pentingnya langkah tanggap darurat, termasuk evakuasi warga dan penyaluran bantuan logistik.

“Kami datang untuk memastikan penanganan bencana berjalan baik, warga harus mendapatkan bantuan secepat mungkin,” ujar Anwar Hafid.

Banjir Bandang
Banjir Bandang

Baca juga: 6 Fakta Gempa M 5,8 Poso Tewaskan Pasutri dan 44 Warga Luka-luka

Instruksi Hentikan Aktivitas Tambang

Salah satu poin penting yang ditegaskan gubernur adalah penghentian sementara aktivitas tambang di sekitar lokasi terdampak banjir bandang. Menurutnya, aktivitas tambang yang tidak terkontrol berpotensi memperparah kerusakan lingkungan, terutama di daerah aliran sungai (DAS) yang rawan longsor dan banjir.

“Saya sudah instruksikan agar perusahaan tambang di wilayah ini menghentikan aktivitasnya sampai ada evaluasi menyeluruh. Jangan sampai keuntungan ekonomi mengorbankan keselamatan warga,” tegas Anwar Hafid.

Pemerintah Fokus pada Pemulihan

Selain langkah darurat, pemerintah provinsi juga akan mengoordinasikan upaya pemulihan pascabencana. Beberapa rencana yang disiapkan meliputi perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan kembali fasilitas umum yang rusak, serta rehabilitasi lahan yang terdampak banjir bandang.

“Ke depan kita akan perketat izin tambang dan memperkuat pengawasan lingkungan agar kejadian seperti ini tidak berulang,” tambahnya.

Warga Harap Solusi Jangka Panjang

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi pengungsian berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga mencari solusi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa.

“Kami trauma dengan banjir bandang ini. Harapannya, pemerintah bisa serius mengawasi tambang dan menjaga hutan di daerah kami,” kata salah seorang warga Desa Bungku Utara.

Sinergi Semua Pihak Diperlukan

Gubernur Anwar Hafid menutup kunjungannya dengan menyerukan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam.

“Ini peringatan bagi kita semua. Jika alam tidak dijaga, maka bencana akan terus mengancam. Mari kita belajar dari kejadian ini,” pungkasnya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.