Poso, Sulawesi Tengah – Kementerian Sosial (Kemensos) RI bergerak cepat memberikan bantuan pemulihan psikososial bagi warga terdampak gempa bumi yang melanda Kabupaten Poso. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para korban, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, mendapatkan pendampingan psikologis agar bisa kembali beraktivitas dengan normal pascabencana.
Fokus pada Pemulihan Trauma
Tim layanan dukungan psikososial (LDP) yang diterjunkan Kemensos langsung menggelar berbagai aktivitas, mulai dari konseling, permainan edukatif, hingga kegiatan kreatif yang melibatkan anak-anak di posko pengungsian.
“Kami ingin memastikan para korban, terutama anak-anak, tidak larut dalam rasa takut. Dengan layanan psikososial ini, mereka bisa kembali ceria dan perlahan pulih dari trauma,” ujar salah satu pendamping psikososial Kemensos.
Prioritaskan Anak-anak dan Lansia
Selain anak-anak, kelompok lansia dan penyandang disabilitas juga menjadi prioritas pendampingan. Tim memberikan ruang aman dan ramah anak, serta mendampingi lansia agar tetap merasa diperhatikan meski berada di tenda pengungsian.

Baca juga: Tinjau Banjir Bandang di Morowali Utara, Gubernur Anwar Hafid Perintahkan Hentikan Tambang
“Bencana tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga mental. Karena itu, kami hadir untuk memeluk dan menguatkan mereka,” tambah petugas Kemensos.
Dukungan Logistik dan Pemulihan Sosial
Selain layanan psikososial, Kemensos juga menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, tenda darurat, dan kebutuhan dasar lainnya. Upaya ini dilakukan agar warga terdampak tidak hanya terbantu secara emosional, tetapi juga dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
Bupati Poso menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Kemensos. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat, karena kehadiran layanan psikososial ini sangat berarti bagi pemulihan warga kami,” ujarnya.
Harapan Pemulihan Berkelanjutan
Kemenos menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti hanya dalam tahap darurat. Program pemulihan psikososial akan terus berlanjut sampai para korban benar-benar pulih secara mental dan sosial.
“Pemulihan pascabencana adalah proses jangka panjang. Kami akan terus mendampingi warga agar mereka bisa kembali bangkit dan menjalani kehidupan dengan semangat baru,” tegas perwakilan Kemensos.





