, , ,

TFR Parigi Moutong Naik, Pemkab Perkuat Program Keluarga

oleh -1415 Dilihat

Wawasan Poso – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong mengambil langkah strategis menyikapi meningkatnya angka Total Fertility Rate (TFR) atau tingkat kelahiran total di daerah tersebut. Kenaikan TFR dinilai perlu segera diimbangi dengan penguatan berbagai program keluarga untuk memastikan pembangunan kependudukan berjalan seimbang dan berkelanjutan.

TFR Mengalami Kenaikan, Pemerintah Waspada

Berdasarkan data terbaru yang diterima Pemkab Parigi Moutong, angka TFR menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir. Kenaikan ini memicu kewaspadaan karena dapat berdampak pada tingginya beban pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penyediaan fasilitas sosial dan ekonomi.

Pejabat Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) Parigi Moutong menegaskan bahwa TFR yang tinggi tidak selalu berarti masalah, tetapi harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan tekanan terhadap sumber daya daerah.

“Pertumbuhan penduduk harus sejalan dengan kapasitas daerah. Jika angka kelahiran meningkat tanpa kontrol, maka kita akan menghadapi tantangan besar di masa depan,” jelasnya.

Perkuat Program Keluarga Berencana

Sebagai respons, Pemkab Parigi Moutong memperkuat kembali program keluarga berencana (KB) yang meliputi penyuluhan, pelayanan kontrasepsi, hingga peningkatan kualitas kader dan tenaga lapangan. Upaya ini bukan hanya untuk mengendalikan angka kelahiran, tetapi juga memastikan keluarga memiliki rencana hidup jangka panjang yang lebih baik.

Petugas KB terus digerakkan hingga ke desa dan dusun-dusun terpencil untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga, jarak kelahiran ideal, dan kesehatan ibu-anak.

“Kami mengutamakan pendekatan persuasif, bukan memaksa. Masyarakat perlu paham bahwa KB adalah upaya untuk kesejahteraan keluarga,” ujar salah satu penyuluh lapangan.

Pemkab Parigi Moutong
Pemkab Parigi Moutong

Baca juga: Pemkab Parigi Moutong Gelar Sosialisasi Perbup Sistem Kerja ASN

Fokus pada Keluarga Berkualitas

Pemkab juga menekankan bahwa penguatan program keluarga tidak hanya menyasar angka kelahiran, tetapi juga kualitas keluarga. Rangkaian program seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL) kembali dimasifkan.

Pendekatan ini bertujuan membentuk keluarga yang sehat, produktif, dan memiliki akses informasi yang baik untuk mengasuh anak, membina remaja, serta mendampingi lanjut usia.

“Ketahanan keluarga adalah fondasi utama. Jika keluarga kuat, masalah sosial bisa ditekan sejak awal,” tambah pejabat DPPKB.

Kerja Sama dengan Puskesmas dan Pemerintah Desa

Untuk memperluas jangkauan, Pemkab Parigi Moutong memperkuat kolaborasi dengan puskesmas, bidan desa, serta pemerintah kecamatan dan desa. Pelayanan kesehatan reproduksi, pemeriksaan ibu hamil, hingga imunisasi anak diperluas agar berjalan paralel dengan pengendalian penduduk.

Di beberapa kecamatan, posyandu juga diperdayakan kembali sebagai pusat edukasi keluarga sekaligus tempat monitoring perkembangan anak.

“Setiap desa harus menjadi motor edukasi. Masalah kependudukan tidak bisa diselesaikan hanya oleh dinas, tetapi memerlukan keterlibatan semua pihak,” ungkap salah satu kepala puskesmas.

Tantangan: Akses Informasi dan Persepsi Masyarakat

Meski program telah dijalankan secara menyeluruh, pemerintah mengakui masih ada tantangan, terutama terkait akses informasi di wilayah terpencil serta persepsi masyarakat yang masih memandang salah konsep keluarga berencana.

Beberapa masyarakat masih menganggap KB identik dengan pembatasan jumlah anak, padahal program tersebut lebih fokus pada perencanaan yang realistis sesuai kemampuan ekonomi dan kesehatan keluarga.

Oleh sebab itu, edukasi melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi perempuan terus digencarkan agar pesan pembangunan keluarga lebih mudah diterima.

Harapan Pemerintah: Pertumbuhan Penduduk Terkendali, Keluarga Sejahtera

Pemkab Parigi Moutong berharap melalui penguatan program keluarga dan sinergi lintas sektor, tren kenaikan TFR dapat ditekan sekaligus memastikan kualitas hidup masyarakat meningkat.

“Yang kami inginkan bukan hanya pengendalian angka kelahiran, tetapi keluarga Parigi Moutong yang sehat, kuat, dan sejahtera,” tutup pejabat DPPKB.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab optimis bahwa pengelolaan pertumbuhan penduduk dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan daerah.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.