Wawasan Poso – Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Poso berhasil menggagalkan upaya penyelundupan gawai ke dalam lingkungan rutan. Aksi tersebut terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan rutin barang titipan pada Jumat (12/9/2025) siang.
Penemuan Saat Pemeriksaan Barang Titipan
Kepala Rutan Poso, melalui Humas Kemenkumham Sulawesi Tengah, menjelaskan bahwa gawai ditemukan saat pemeriksaan ketat di pintu masuk rutan. Barang mencurigakan tersebut diselundupkan melalui titipan makanan yang ditujukan untuk salah seorang warga binaan.
“Petugas curiga karena ada bentuk tidak wajar pada bungkusan makanan. Setelah diperiksa lebih lanjut, ditemukan sebuah telepon genggam yang sengaja disembunyikan,” ungkapnya.
Wujudkan Komitmen Bebas Halinar
Menurut pihak Rutan Poso, keberhasilan menggagalkan penyelundupan ini merupakan bukti nyata komitmen mereka dalam mewujudkan rutan yang bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar).
“Barang-barang terlarang seperti gawai sangat berisiko digunakan untuk aktivitas ilegal, termasuk komunikasi gelap maupun transaksi yang tidak sah. Karena itu, kami tidak memberikan toleransi sedikit pun,” tegas Kepala Rutan.

Baca juga: Angka Stunting di Palu Masih Tinggi, Wali Kota Tegur PKK
Investigasi dan Langkah Lanjutan
Hingga saat ini, petugas masih melakukan investigasi untuk menelusuri pihak yang terlibat dalam penyelundupan tersebut. Barang bukti berupa gawai telah diamankan, sementara warga binaan yang diduga sebagai penerima masih dimintai keterangan.
“Jika terbukti ada keterlibatan dari pihak luar maupun warga binaan, tentu akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Apresiasi Kinerja Petugas
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah. Mereka menilai petugas Rutan Poso telah menjalankan tugas dengan baik, disiplin, dan teliti.
“Setiap keberhasilan pencegahan seperti ini adalah hasil dari kewaspadaan petugas. Kami mendorong agar pengawasan terus diperketat, karena upaya penyelundupan bisa terjadi kapan saja,” ujar Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng.
Harapan untuk Lingkungan Rutan yang Lebih Aman
Dengan adanya kejadian ini, pihak rutan berkomitmen untuk semakin meningkatkan pengawasan, baik terhadap barang titipan maupun pergerakan warga binaan. Teknologi deteksi dan SOP pemeriksaan akan terus diperkuat agar kejadian serupa dapat dicegah sejak awal.
Masyarakat juga diimbau agar tidak mencoba melakukan penyelundupan barang terlarang ke dalam rutan. “Kami harap ada kesadaran bersama bahwa rutan harus steril dari barang yang bisa mengganggu keamanan dan pembinaan,” tutup Kepala Rutan.







