, ,

Kapolda Sulteng Apresiasi Aksi Damai Mahasiswa, Ojol, dan LSM

oleh -3382 Dilihat

Poso – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya aksi damai yang digelar mahasiswa, komunitas ojek online (ojol), serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Palu pada Senin (1/9/2025). Aksi yang berlangsung di sekitar kantor DPRD Sulawesi Tengah itu berjalan tertib, tanpa gesekan, serta tetap mengedepankan dialog konstruktif.

Aksi Damai dengan Tuntutan Serius

Ratusan massa dari berbagai elemen tersebut turun ke jalan dengan membawa sejumlah tuntutan, di antaranya transparansi kebijakan pemerintah, perbaikan layanan publik, serta perhatian lebih terhadap persoalan sosial-ekonomi masyarakat kecil.

Meski menyuarakan kritik keras, aksi berlangsung dalam suasana damai. Para demonstran duduk berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian yang berjaga, sementara orator menyampaikan aspirasi melalui pengeras suara. Beberapa perwakilan juga diterima langsung oleh anggota DPRD untuk menyampaikan aspirasi secara tertulis.

Kapolda Sampaikan Penghargaan

Kapolda Sulteng, Irjen Pol [Nama Kapolda], turun langsung meninjau jalannya aksi. Dalam keterangannya, ia menyampaikan rasa bangga atas kedewasaan para mahasiswa, pengemudi ojol, serta aktivis LSM yang mampu menjaga ketertiban meski menyuarakan isu-isu kritis.

“Kami sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan dengan tertib dan damai. Inilah bentuk demokrasi yang sehat, di mana masyarakat bisa menyampaikan aspirasi tanpa harus menimbulkan keresahan,” ujar Kapolda.

Ia juga menambahkan bahwa kepolisian selalu terbuka untuk menjadi penengah, sekaligus menjamin kebebasan berekspresi masyarakat selama dilakukan sesuai aturan hukum.

Kapolda
Kapolda

Baca juga: Unjuk Rasa di Palu Berlangsung Sopan

Simbol Kolaborasi Masyarakat Sipil

Aksi kali ini dinilai cukup unik karena melibatkan lintas kelompok, mulai dari mahasiswa, komunitas ojol, hingga aktivis LSM. Menurut pengamat sosial di Palu, hal ini menjadi tanda meningkatnya kesadaran masyarakat sipil untuk bersatu menyuarakan isu bersama.

“Biasanya kita lihat demo mahasiswa berjalan sendiri, atau LSM dengan isunya masing-masing. Tapi hari ini mereka turun bersama, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap rakyat kecil bisa mempertemukan semua pihak,” ungkap seorang akademisi dari Universitas Tadulako.

Polisi Jamin Keamanan dan Kenyamanan

Polda Sulteng menurunkan lebih dari 400 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi. Namun, aparat lebih banyak mengedepankan pendekatan persuasif. Beberapa polisi bahkan terlihat membagikan air mineral kepada peserta aksi, menciptakan suasana yang humanis.

Kapolda menegaskan bahwa pola pengamanan semacam ini akan terus dipertahankan. “Kami ingin masyarakat merasa aman saat menyampaikan pendapat. Selama aksi berjalan damai, kami akan selalu mengedepankan pendekatan dialog,” katanya.

Harapan untuk Ke Depan

Perwakilan mahasiswa dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi damai ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan yang lebih besar untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah. Mereka berjanji akan terus bersuara dengan cara-cara yang bermartabat.

Di sisi lain, komunitas ojol berharap tuntutan mereka soal kesejahteraan pekerja informal mendapat perhatian serius. Sementara LSM meminta agar transparansi anggaran daerah diperkuat demi mencegah penyalahgunaan.

Kapolda pun menutup pernyataannya dengan pesan persatuan. “Kita semua ingin Sulawesi Tengah yang aman, damai, dan sejahtera. Mari terus jaga cara-cara elegan dalam menyampaikan aspirasi, sehingga demokrasi kita semakin dewasa,” ujarnya.

Aksi damai ini menjadi contoh positif bagaimana masyarakat bisa menyampaikan kritik tanpa mencederai nilai persaudaraan. Baik aparat maupun masyarakat berharap semangat dialog ini bisa terus dipelihara di masa mendatang.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.