, , , ,

Gubernur Anwar Hafid Ajak Warga Kenang dan Doakan Korban Gempa 28 September

oleh -2757 Dilihat

Wawasan Poso – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang sekaligus mendoakan para korban gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong pada 28 September 2018 silam. Tragedi dahsyat itu menewaskan ribuan jiwa dan meninggalkan luka mendalam bagi Sulawesi Tengah.

Mengenang Tragedi Kemanusiaan

Dalam keterangannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak boleh dilupakan, karena menjadi pengingat betapa pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Setiap tanggal 28 September kita tidak hanya mengenang duka, tetapi juga mengambil hikmah untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian. Mari kita doakan saudara-saudara kita yang menjadi korban, semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” ujar Anwar.

Ajakan untuk Berdoa Bersama

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama masyarakat akan menggelar doa bersama di sejumlah titik, termasuk di tugu peringatan dan masjid-masjid besar di Kota Palu. Kegiatan ini diharapkan menjadi momen refleksi sekaligus mempererat persatuan masyarakat yang sempat terpecah akibat trauma dan dampak bencana.

Selain doa bersama, akan ada tabur bunga dan renungan di lokasi-lokasi yang menjadi simbol tragedi, seperti Pantai Talise dan Petobo.

Pemulihan Terus Berjalan

Meski sudah enam tahun berlalu, Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja menyelesaikan program pemulihan, mulai dari pembangunan hunian tetap, pemulihan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi masyarakat terdampak.

Anwar Hafid
Anwar Hafid

Baca juga: Kejati Sulteng tingkatkan layanan publik di wilayah terpencil

“Kita harus jujur, masih banyak yang perlu kita selesaikan. Tapi pemerintah tidak berhenti berusaha. Saya berkomitmen mempercepat program hunian tetap dan pemulihan sosial-ekonomi masyarakat,” katanya.

Warga Diminta Tetap Waspada

Selain mengajak berdoa, Gubernur juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. Sulawesi Tengah yang berada di wilayah rawan gempa membutuhkan sistem peringatan dini yang kuat serta partisipasi aktif masyarakat dalam edukasi kebencanaan.

“Kesiapsiagaan adalah kunci. Kita tidak bisa menghentikan bencana, tetapi kita bisa memperkecil dampaknya dengan persiapan yang baik,” tegasnya.

Momen Refleksi dan Persatuan

Ajakan Gubernur Anwar Hafid ini disambut positif oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk relawan dan keluarga korban. Bagi mereka, doa bersama bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga penguat semangat untuk terus bangkit membangun Sulawesi Tengah.

Dengan doa, refleksi, dan kerja bersama, Gubernur berharap momentum 28 September menjadi pengingat sekaligus penggerak agar Sulawesi Tengah semakin tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.