, , ,

Angka Stunting di Palu Masih Tinggi, Wali Kota Tegur PKK

oleh -1431 Dilihat

Wawasan Poso – Angka stunting di Kota Palu masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wali Kota Palu pun memberikan teguran kepada jajaran Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dianggap belum maksimal dalam mendukung program penurunan stunting.

Stunting Masih Jadi Masalah Serius

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Palu tahun 2024, angka stunting di beberapa kelurahan masih cukup tinggi dibanding target nasional. Kondisi ini dinilai menghambat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi menyangkut masa depan anak-anak kita. Kalau angka ini tidak ditekan, generasi kita bisa kehilangan potensi besar,” tegas Wali Kota dalam rapat evaluasi program kesehatan di Balai Kota, Jumat (13/9).

Teguran untuk PKK

Dalam rapat tersebut, Wali Kota menegur Tim Penggerak PKK Palu yang dinilai belum maksimal menggerakkan kader di lapangan. Padahal, PKK dianggap sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi gizi dan pola asuh kepada masyarakat.

“PKK harus turun langsung ke rumah-rumah warga, memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup. Jangan hanya rapat atau kegiatan seremonial, tapi kerja nyata di lapangan yang lebih penting,” ujarnya.

Faktor Penyebab Tingginya Stunting

Dinas Kesehatan menyebut beberapa faktor yang memengaruhi tingginya angka stunting di Palu, antara lain kurangnya pengetahuan masyarakat soal gizi, kondisi ekonomi keluarga, serta masih rendahnya kesadaran untuk memanfaatkan layanan posyandu.

Angka Stunting
Angka Stunting

Baca juga: JPPI Minta Program MBG Dihentikan, Komisi IX DPR Bilang Begini

Selain itu, beberapa wilayah juga menghadapi persoalan akses pangan bergizi dan sanitasi yang kurang memadai.

Upaya Pemerintah Kota

Untuk menekan angka stunting, Pemkot Palu menyiapkan program intervensi spesifik, di antaranya pembagian makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan balita, peningkatan layanan posyandu, serta kampanye edukasi gizi secara masif.

“Kami juga melibatkan tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan agar semua bergerak bersama. Penurunan stunting ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi harus jadi gerakan kolektif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Palu.

Harapan ke Depan

Masyarakat berharap dengan adanya teguran dari Wali Kota, jajaran PKK dan seluruh pemangku kepentingan lebih serius menjalankan perannya. Jika program berjalan efektif, angka stunting di Palu diharapkan bisa turun signifikan pada tahun 2025.

“Kalau pemerintah dan PKK betul-betul terjun ke lapangan, saya yakin angka stunting bisa berkurang. Yang penting ada pendampingan langsung untuk ibu hamil dan anak-anak,” ujar Siti, warga Palu Selatan.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.