, , ,

6 Fakta Gempa M 5,8 Poso Tewaskan Pasutri dan 44 Warga Luka-luka

oleh -1773 Dilihat

Poso, Sulawesi Tengah – Gempa bumi bermagnitudo (M) 5,8 yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Jumat (15/8/2025) sore, menyisakan duka mendalam. Pasangan suami istri (pasutri) menjadi korban meninggal dunia, sementara puluhan warga lainnya luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Berikut enam fakta penting terkait bencana yang mengguncang daerah berjuluk Negeri Seribu Megalit itu.

1. Terjadi Sore Hari dan Guncangan Cukup Kuat

Gempa dengan magnitudo 5,8 terjadi sekitar pukul 16.20 WITA. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, tepatnya 14 kilometer timur laut Poso, dengan kedalaman 10 kilometer. Getarannya terasa cukup kuat hingga ke beberapa daerah tetangga seperti Morowali, Tentena, bahkan Palu.

2. Menewaskan Pasutri di Desa Terdampak

Duka mendalam dirasakan warga Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir. Sepasang suami istri ditemukan meninggal dunia setelah rumah mereka roboh tertimpa guncangan gempa. Evakuasi dilakukan warga bersama aparat kepolisian dan TNI dengan alat seadanya sebelum jenazah korban diserahkan kepada keluarga.

Pasutri
Pasutri

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Senilai Rp 202 Juta untuk Korban Gempa Poso

3. 44 Warga Luka-luka dan Puluhan Rumah Rusak

Selain menelan korban jiwa, data awal dari BPBD Poso menyebutkan 44 warga mengalami luka-luka dengan tingkat ringan hingga berat. Mereka kini dirawat di RSUD Undata Palu dan sejumlah puskesmas terdekat. Puluhan rumah warga serta fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan kantor desa juga dilaporkan mengalami kerusakan.

4. Ribuan Warga Mengungsi ke Tempat Aman

Rasa panik melanda warga usai gempa. Ribuan orang berlarian meninggalkan rumah dan mengungsi ke lapangan terbuka maupun tenda darurat yang didirikan BPBD bersama relawan. Sebagian warga memilih bermalam di lokasi pengungsian karena khawatir terjadi gempa susulan.

5. Bantuan Darurat Segera Disalurkan

Pemerintah Kabupaten Poso bersama BPBD Sulawesi Tengah langsung menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, tenda, dan perlengkapan bayi. Kementerian Sosial juga mengirimkan bantuan senilai Rp202 juta untuk mendukung kebutuhan pengungsi. Selain itu, TNI-Polri turut dikerahkan membantu evakuasi dan distribusi logistik.

6. BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami, Tapi Imbau Waspada

BMKG memastikan gempa Poso M 5,8 tidak berpotensi tsunami karena pusat gempa berada di darat. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Hingga Sabtu pagi, tercatat sudah terjadi lebih dari 10 kali gempa susulan dengan intensitas lebih rendah.

Harapan dan Solidaritas

Bencana ini mengingatkan kembali pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa di daerah rawan seperti Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah bersama aparat terus berupaya memulihkan kondisi, sementara solidaritas masyarakat terlihat melalui aksi gotong royong membantu korban.

“Yang terpenting sekarang adalah keselamatan warga. Mari kita jaga semangat kebersamaan untuk saling mendukung,” ujar Bupati Poso dalam pernyataannya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.